Breaking News

Tips Menghindar dari Amukan Pengendara Arogan


Tak dapat dipungkiri, pengendara arogan masih tidak sedikit berseliweran di jalanan. Kalau pengendara arogan laksana ini kamu ladeni, dikhawatirkan bakal terjadi kecelakaan.

Jadi lebih baik kita bersikap defensif saja dan menyaksikan tanda-tanda mula pengendara yang marah.

"Sebagian besar dari anda punya empiris menjadi korban agresi pengendara lain. Untungnya, serangan yang ganas dan tidak berdalih jarang terjadi, namun kita mesti jeli dan andai mungkin mengenali firasat masalah pada etape awal," ujar Petugas Keselamatan Jalan GEM Neil Worth dalam pernyataannya

Worth mengidentifikasi 5 tahapan yang diinginkan akan meminimalisir risiko untuk pengemudi menjadi sasaran agresi pengendara beda di jalanan:

1. Tetap tenang dan tunjukkan pengendalian diri. Setiap perjalanan dapat membuat Anda putus asa dan menimbulkan konflik. Sebelum mengawali perjalanan, janji pada diri kita sendiri guna bersabar. Hindari membunyikan klakson kita atau memperlihatkan bila Anda tengah marah.

2. Hindari kompetisi dan lawan kemauan untuk 'membalas dendam'. Jika standar mengemudi orang lain membuat kecewa Anda, tidak boleh mencoba guna mendidik atau menegur mereka.

3. Jangan mendorong antrian kemudian lintas. Jika Anda menantikan dan memberi sinyal dengan jelas guna maju atau tidak pada pengendara lain, kita tidak akan menantikan lama sebelum pengendara lain menyerahkan Anda peluang lewat. Namun mereka tidak suka dipaksa memberi jalan.

4. Ucapkan terima kasih, minta maaf. Jika Anda menciptakan kesalahan. Saat kamu khilaf mencukur jalan orang lain, bikin isyarat permintaan maaf guna menghindari konfrontasi dan menolong meredakan amarah orang lain.

5. Menjauh dari masalah. Jika kita merasa benar-benar dalam bahaya oleh pengemudi lain, maka pastikan pintu mobil kita terkunci dan arahkan kendaraan ke kantor polisi terdekat atau lokasi sibuk (seperti SPBU). Gunakan ponsel Anda guna menghubungi polisi. Menekan klakson berulang kali atau terus menerus bisa jadi akan menciptakan penyerang kita takut.

"Kami pun menyarankan pengendara guna menyiapkan tidak sedikit waktu luang guna perjalanan mereka. Dengan begitu mereka dapat merasa tenang dan terkendali di belakang kemudi. Stres sebab macet dapat berisiko, dan pada gilirannya bakal meningkatkan bisa jadi terjadinya insiden yang agresif. Kami pun mendesak pengemudi supaya tidak tercebur dalam kondisi yang mereka anggap riskan atau berisiko. Jika Anda cemas tentang pengemudi beda yang barangkali dalam bahaya, maka berhenti dan hubungi polisi," tutup Worth.

Tidak ada komentar