Breaking News

Tips Jitu Mengatasi Diare Saat Perjalanan Jauh

Bolak-balik ke toilet guna BAB sebab diare dapat sangat menganggu kenyamanan perjalanan Anda. Lantas apa yang mesti dilaksanakan untuk menanggulangi diare ketika perjalanan jauh? Berikut caranya.

Mengatasi diare ketika perjalanan jauh

Diare pada umumnya diakibatkan oleh kontaminasi bakteri dalam makanan atau minuman (yang tidak terjamin kebersihannya) yang kita konsumsi sepanjang perjalanan.

Jika Anda merasakan diare sekitar perjalanan, berikut sejumlah hal yang dapat Anda kerjakan untuk menanggulangi diare menurut tingkat keparahannya.

Diare dengan dehidrasi ringan sampai sedang

Kebanyakan permasalahan diare umumnya dapat ditangani dengan:

  • Minum tidak sedikit cairan untuk menangkal dehidrasi.
  • Mengonsumsi obat yang dipasarkan bebas laksana loperamide (seperti Imodium) guna mengelola gejala. Obat ini dapat menolong mengurangi intensitas Anda guna bolak-balik ke kamar mandi.

Selalu baca petunjuk pemakaian obat yang tercantum dalam kemasan dengan baik, sebelum menyerahkan obat untuk bayi atau anak-anak. Wanita hamil dan anak-anak berusia tidak cukup dari tiga tahun usahakan menghindari obat-obatan yang berisi bismuth, laksana Pepto-Bismol atau Kaopectate.

Pertimbangkan guna minum antibiotik andai dokter sudah meresepkan Anda.

Anda juga dapat minum larutan oralit untuk membalikkan cairan tubuh yang hilang. Larutan oralit dapat dibeli di apotek atau toko obat terdekat. Jika kita berangkat dalam situasi sudah diare, usahakan kemas bahan-bahan berikut guna meracik larutan oralit sendiri andai Anda tidak mengejar apotek atau toko obat di lokasi eksistensi Anda.

  • ½ sendok teh garam
  • ½ sendok teh soda kue
  • 4 sendok santap gula
  • 1 liter air putih

Anda dapat minum oralit bareng dengan makanan.

Diare dengan dehidrasi berat

Diare dengan dehidrasi berat ditandai dengan frekuensi BAB yang paling sering sampai-sampai tubuh kehilangan tidak sedikit cairan dan menciptakan Anda paling merasa lemas. Dehidrasi berat pun pada lazimnya sudah mengindikasikan gejala-gejala dehidrasi laksana mulut kering, frekuensi buang air kecil berkurang, warna urin menjadi pekat, dan mata cekung.

Diare berat yang disertai fenomena dehidrasi tergolong ke dalam situasi gawat darurat. Oleh sebab itu, atasi diare berat dengan:


  • Segera cari IGD lokasi tinggal sakit terdekat guna mendapatkan cairan infus supaya tubuh tetap mendapat asupan cairan.
  • Jika tempat IGD terdekat lumayan jauh atau kita terjebak macet, maka terus meminum air untuk menangkal dehidrasi meningkat parah.

Pantangan makanan dan minuman ketika diare

Jika Anda merasakan diare sekitar perjalanan liburan, hindari kafein dan produk susu yang bisa memperburuk fenomena atau menambah risiko dehidrasi. Tetap minum air putih atau minuman yang berisi elektrolit sepanjang perjalanan. Bisa pun dengan teh, jus buah, atau kuah sup bening.

Ketika diare telah mulai membaik, tambahkan asupan karbohidrat kompleks laksana biskuit asin, sereal gandum tawar, pisang, kentang, nasi, dan mie. Jangan dulu santap makanan yang berserat tinggi sekitar masih diare dan dalam masa pemulihan. Setelah diare hilang, Anda bisa kembali ke pola santap normal Anda.

Diare ketika liburan paling tidak mengasyikkan dan mengganggu. Kalau memungkinkan, melipir sebentar ke klinik terdekat guna mendapatkan penyembuhan sehingga Anda bisa kembali merasakan perjalanan Anda.

Tidak ada komentar