Breaking News

Anak Berteriak di Depan Umum? Jangan Panik, Terapkan 4 Langkah Ini...


Anak yang menjerit atau berteriak memang menguji kesabaran anda sebagai orangtua.

Apalagi, andai mereka berteriak-teriak atau mengamuk di depan umum. Tentu, seluruh mata bakal mengarah pada anda dengan tatapan seolah menghakimi.

Untuk mengatasianya, tidak sedikit orangtua secara reflek memblokir mulut anak mereka dengan tangan guna membuatnya terdiam.

Padahal menurut keterangan dari Dr Wendela Whitcomb Marsh, analis perilaku bersertifikat, memblokir mulut anak saat mereka berteriak malah akan mempersulit pola pengasuhan di lantas hari.

"Ini mengantarkan pesan sang anak tidak dapat menenangkan diri sendiri dan memerlukan intervensi orang dewasa," kata Marsh

Di samping itu, ini pun menandakan bahwa orang yang lebih banyak dan powerful secara jasmani boleh memaksakan keinginannya pada orang yang lebih muda dan kecil.

Dan andai ini dianggap pembenaran, maka si kecil besok akan memandang pemaksaan atau kekerasan sebagai teknik menyelesaikan masalah.

Poin terakhir ini paling mengerikan. Oleh sebab itu, Marsh mendorong orangtua guna mempertimbangkan konsekuensi dari membungkam mulut anak dengan tangan ketika mereka berteriak.

Kebiasaan ini dapat menjadi masalah ketika masa prasekolah dan dapat menjadi misal buruk untuk sang anak, contohnya ia akan mengerjakan hal yang sama saat saudaranya yang berusia lebih muda berteriak.

Jadi, membungkam mulut anak dengan tangan ketika ia berteriak ialah hal buruk.

Lalu, bagaimana seharusnya orangtua mendinginkan anaknya yang berteriak?

Dilansir dari laman Fatherly, inilah empat teknik menenangkan anak yang berteriak.

Orangtua mesti menghentikan kegiatannya pada ketika itu, dan konsentrasi pada anak mereka. Ketahui apakah mereka berteriak sebab marah, sedih, lapar, atau kesakitan.

Dekati sang anak dengan berjongkok dan tatap matanya. Cara ini dapat membuat anak merasa dihargai sebab ia merasa satu level, dan menolong orangtua menilai situasi.

Orangtua mesti tersenyum, bicara pelan dan menurunkan volume suara, bahkan berbisik. Cara laksana ini dapat menjadi misal yang baik guna anak, membuatnya merasa tenang, serta memperhatikan apa yang anda katakan.

Jika mereka susah untuk tenang, orangtua dapat mencoba mendendangkan lagu yang akrab dengan telinga mereka.

Marsh menyarankan supaya orangtua sebisa mungkin mencungkil tekanan yang dihadapi sang anak.

Oleh sebab itu, ia menyarakan supaya orangtua meninggalkan semua kegiatan yang sedang dilakukannya dan dekati sang anak, beri pelukan, atau ajak berjalan-jalan supaya menjadi tenang.

Namun, andai kita sedang dalam kondisi di mana ruang gerak terbatas, contohnya dalam pesawat, sentuh sang anak dengan posisi nyaman, berbisiklah di telinga mereka dengan perlahan dan tenang.

Setelah itu, kerjakan apapun guna menghibur mereka. Anak butuh merasa disukai dan dihibur.

Jangan memarahi atau menghancurkan hatinya. Tak usah pedulikan orang lain.

"Mendengar anak menangis ialah hal biasa. Jadi, tangisan atau teriakan seorang anak tak akan menciptakan orang lain paling terganggu," paparnya.

Beberapa orang mungkin beranggapan prinsip ini dapat membuat anak menjadi manja.

Namun, terdapat perbedaan besar antara memanjakan setiap kemauan anak dengan memberinya empati.

Seorang anak yang percaya pada orangtuanya ingin lebih tenang dalam urusan apapun.

pickingpok Ilustrasi mendinginkan anak yang menangis
Namun, meskipun anda menyadari urusan ini, masih terdapat saat-sata di mana emosi anda sebagai orangtua memuncak.

Jika orangtua terlanjur mendinginkan anaknya dengan teknik membungkam mulutnya, urusan terbaik yang bisa mereka lakukan, menurut keterangan dari Marsh, ialah mendiskusikan urusan tersebut sesudahnya.

"Ketika seluruh orang telah tenang dan masa-masa berlalu, beri tahu anak andai kita terpaksa menciptakan mereka tenang dengan membungkam mulutnya andai terlalu berisik," saran Marsh.

Setelah itu, kata Marsh, katakan andai kita sebetulnya tak suka mengerjakan hal itu.

Katakan juga andai kita lebih suka mencari teknik lain andai mereka butuh pertolongan untuk mendinginkan diri.

Setelah orangtua dan anak mendiskusikan urusan tersebut, maka mendarat saatnya guna mempraktikannya.

Semakin tidak jarang mempraktikan, maka kekariban orangtua dan anak semakin terjalin erat.

Apapun yang terjadi, orangtua butuh menjalankan perannya dengan tulus dan iklas.

Semua ini demi anak-anak mereka dan demi diri mereka sendiri.

“Sulit memang sedang di depan umum dengan anak-anak yang berteriak atau menangis kencang. Banyak orang tentu menilai anda dnegan buruk," kata Marsh.

Berdasarkan keterangan dari Marsh, anda harus menilik bahwa anak anda sedang berada dalam masalah andai ia hingga berteriak.

Tentu teknik pendekatan sarat cinta untuk menuntaskan masalahnya ialah pilihan terbaik.

Tidak ada komentar